Thursday, 1 October 2015

Berdasarkan data menunjukkan bahwa Negara kita masih tergolong peng import buah-buahan, dengan nilai ratusan milyar tiap tahunnya (sumber data http://finance.detik.com/read/2012/08/03/095600/1982145/4/1/ini-dia-9-buah-impor-favorit-indonesia ) Meskipun Negara Indonesia negar Agraris, namun pengembangan perkebunan Buah buahan masih minim sekali. Sepengetahuan penulis, hanya ada beberapa perusahaan yang serius menggarap potensi industry buah-buahan. Hal ini sangat disayangkan, dilain pihak petani di Indonesia masih minim akan hal ini.
Salah satu produk dengan serapan tertinggi yaitu jeruk, dengan puluhan macam jenisnya, saat ini juga dominan berasal dari luar negeri. Padahal jeruk tergolong tanaman yang adaptif dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Berdasar pantauan penulis di supermarket nasional, jeruk local yang sudah masuk ke supermarket baru ada beberapa jenis yaitu : jeruk medan, jeruk siem banyuwangi, jeruk pamelo, jeruk kintamani, jeruk baby, jeruk batu55. Sedangkan jajaran jeruk import sangat banyak sekali. Dan apabila dibandingkan, tidak bisa dipungkiri, konsumen lebih memilih jeruk import yang rupa/tampilannya lebih menarik daripada jeruk local.
Saat ini ada beberapa jenis jeruk import yang sudah bisa di budidayakan sekala besar di Indonesia. Jenis jeruk ini masih minim supply karena masih minim pembudidayanya, sehingga harganyapun relative tinggi di bandinkan jeruk local. Hal ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi rekan rekan petani. Harga berkisar 2 sd 4 kali lipat harga jeruk lokal. Dengan potensi hasil Rp 300 sd 400jt per hektar per tahun.
Kami menyediakan bibit jeruk dekopon sekala besar berasal dari indukan yang sudah terjamin berproduksi. segera hubungi kami mumpung harga buah masih fantastis.

Kontak Agus Rhoma (telkomsel 082126788816) / ( xl 081805028933) untuk keterangan lebih lanjut mengenai potensi, rencana anggaran dan prospek kedepannya.


No comments:

Post a Comment