Berdasarkan data menunjukkan bahwa Negara kita masih tergolong peng
import buah-buahan, dengan nilai ratusan milyar tiap tahunnya (sumber
data http://finance.detik.com/read/2012/08/03/095600/1982145/4/1/ini-dia-9-buah-impor-favorit-indonesia
) Meskipun Negara Indonesia negar Agraris, namun pengembangan
perkebunan Buah buahan masih minim sekali. Sepengetahuan penulis, hanya
ada beberapa perusahaan yang serius menggarap potensi industry
buah-buahan. Hal ini sangat disayangkan, dilain pihak petani di
Indonesia masih minim akan hal ini.
Salah satu produk dengan serapan tertinggi yaitu jeruk, dengan
puluhan macam jenisnya, saat ini juga dominan berasal dari luar negeri.
Padahal jeruk tergolong tanaman yang adaptif dibudidayakan di berbagai
daerah di Indonesia. Berdasar pantauan penulis di supermarket
nasional, jeruk local yang sudah masuk ke supermarket baru ada beberapa
jenis yaitu : jeruk medan, jeruk siem banyuwangi, jeruk pamelo, jeruk
kintamani, jeruk baby, jeruk batu55. Sedangkan jajaran jeruk import
sangat banyak sekali. Dan apabila dibandingkan, tidak bisa dipungkiri,
konsumen lebih memilih jeruk import yang rupa/tampilannya lebih menarik
daripada jeruk local.
Saat ini ada beberapa jenis jeruk import yang sudah bisa di
budidayakan sekala besar di Indonesia. Jenis jeruk ini masih minim
supply karena masih minim pembudidayanya, sehingga harganyapun relative
tinggi di bandinkan jeruk local. Hal ini menjadi peluang yang sangat
bagus bagi rekan rekan petani. Harga berkisar 2 sd 4 kali lipat harga
jeruk lokal. Dengan potensi hasil Rp 300 sd 400jt per hektar per tahun.
Kami menyediakan bibit jeruk dekopon sekala besar berasal dari indukan yang sudah terjamin berproduksi. segera hubungi kami mumpung harga buah masih fantastis.
Kontak Agus Rhoma (telkomsel 082126788816) / ( xl
081805028933) untuk keterangan lebih lanjut mengenai potensi, rencana
anggaran dan prospek kedepannya.


